Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryMar 30, '07 12:07 PM
for everyone

Sejarah Purworejo

Hamparan wilayah yang subur di Jawa Tengah Selatan antara Sungai Progo dan
Cingcingguling sejak jaman dahulu kala merupakan kawasan yang dikenal sebagai
wilayah yang masuk Kerajaan Galuh. Oleh karena itu menurut Profesor Purbocaraka,
wilayah tersebut disebut sebagai wilayah Pagaluhan dan kalau diartikan dalam
bahasa Jawa, dinamakan : Pagalihan. Dari nama “Pagalihan” ini lama-lama berubah
menjadi : Pagelen dan terakhir menjadi Bagelen. Di kawasan tersebut mengalir
sungai yang besar, yang waktu itu dikenal sebagai sungai Watukuro. Nama “
Watukuro “ sampai sekarang masih tersisa dan menjadi nama sebuah desa terletak
di tepi sungai dekat muara, masuk dalam wilayah Kecamatan Purwodadi, Kabupaten
Purworejo. Di kawasan lembah sungai Watukuro masyarakatnya hidup makmur dengan
mata pencaharian pokok dalam bidang pertanian yang maju dengan kebudayaan yang
tinggi.

Pada bulan Asuji tahun Saka 823 hari ke 5, paro peteng, Vurukung, Senin Pahing
(Wuku) Mrgasira, bersamaan dengan Siva, atau tanggal 5 Oktober 901 Masehi,
terjadilah suatu peristiwa penting, pematokan Tanah Perdikan (Shima). Peristiwa
ini dikukuhkan dengan sebuah prasasti batu andesit yang dikenal sebagai prasasti
Boro Tengah atau Prasasti Kayu Ara Hiwang.

Prasasti yang ditemukan di bawah pohon Sono di dusun Boro tengah, sekarang masuk
wilayah desa Boro Wetan Kecamatan Banyuurip dan sejak tahun 1890 disimpan di
Museum Nasional Jakarta Inventaris D 78 Lokasi temuan tersebut terletak di tepi
sungai Bogowonto, seberang Pom Bensin Boro.

Dalam Prasasti Boro tengah atau Kayu Ara Hiwang tersebut diungkapkan, bahwa pada
tanggal 5 Oktober 901 Masehi, telah diadakan upacara besar yang dihadiri
berbagai pejabat dari berbagai daerah, dan menyebut-nyebut nama seorang tokoh,
yakni : Sang Ratu Bajra, yang diduga adalah Rakryan Mahamantri/Mapatih Hino Sri
Daksottama Bahubajrapratipaksaya atau Daksa yang di identifikasi sebagai adik
ipar Rakal Watukura Dyah Balitung dan dikemudian hari memang naik tahta sebagai
raja pengganti iparnya itu.

Pematokan (peresmian) tanah perdikan (Shima) Kayu Ara Hiwang dilakukan oleh
seorang pangeran, yakni Dyah Sala (Mala), putera Sang Bajra yang berkedudukan di
Parivutan.

Pematokan tersebut menandai, desa Kayu Ara Hiwang dijadikan Tanah
Perdikan(Shima) dan dibebaskan dari kewajiban membayar pajak, namun ditugaskan
untuk memelihara tempat suci yang disebutkan sebagai “parahiyangan”. Atau para
hyang berada.

Dalam peristiwa tersebut dilakukan pensucian segala sesuatu kejelekan yang ada
di wilayah Kayu Ara Hiwang yang masuk dalam wilayah Watu Tihang.

“ … Tatkala Rake Wanua Poh Dyah Sala Wka sang Ratu Bajra anak wanua I Pariwutan
sumusuk ikanang wanua I Kayu Ara Hiwang watak Watu Tihang …”

Wilayah yang dijadikan tanah perdikan tersebut juga meliputi segala sesuatu yang
dimiliki oleh desa Kayu Ara Hiwang antara lain sawah, padang rumput, para
petugas (Katika), guha, tanah garapan (Katagan), sawah tadah hujan (gaga).

Disebut-sebutnya “guha” dalam prasasti Kayu Ara Hiwang tersebut ada dugaan,
bahwa guha yang dimaksud adalah gua Seplawan, karena di dekat mulut gua Seplawan
memang terdapat bangunan suci Candi Ganda Arum, candi yang berbau harum ketika
yoninya diangkat. Sedangkan di dalam gua tersebut ditemukan pula sepasang arca
emas dan perangkat upacara. Sehingga lokasi kompleks gua Seplawan di duga kuat
adalah apa yang dimaksud sebagai “parahyangan” dalam prasasti Kayu Ara Hiwang.

Upacara 5 Oktober 901 M di Boro Tengah tersebut dihadiri sekurang-kurangnya 15
pejabat dari berbagai daerah, antara lain disebutkan nama-nama wilayah : Watu
Tihang (Sala Tihang), Gulak, Parangran Wadihadi, Padamuan (Prambanan), Mantyasih
(Meteseh Magelang), Mdang, Pupur, Taji (Taji Prambanan) Pakambingan, Kalungan
(kalongan, Loano).

Kepada para pejabat tersebut diserahkan pula pasek-pasek berupa kain batik ganja
haji patra sisi, emas dan perak. Peristiwa 5 Otober 901 M tersebut akhirnya pada
tanggal 5 Oktober 1994 dalam sidang DPRD Kabupaten Purworejo dipilih dan
ditetapkan untuk dijadikan Hari jadi Kabupaten Purworejo. Normatif, historis,
politis dan budaya lokal dari norma yang ditetapkan oleh panitia, yakni antara
lain berdasarkan pandangan Indonesia Sentris.

Perlu dicatat, bahwa sejak jaman dahulu wilayah Kabupaten Purworejo lebih
dikenal sebagai wilayah Tanah Bagelen. Kawasan yang sangat disegani oleh wilayah
lain, karena dalam sejarah mencatat sejumlah tokoh. Misalnya dalam pengembangan
agama islam di Jawa Tengah Selatan, tokoh Sunan Geseng diknal sebagai muballigh
besar yang meng-Islam-kan wilayah dari timur sungai Lukola dan pengaruhnya
sampai ke daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupatn Magelang.

Dalam pembentukan kerajaan Mataram Islam, para Kenthol Bagelen adalah pasukan
andalan dari Sutawijaya yang kemudian setelah bertahta bergelar Panembahan
Senapati. Dalam sejarah tercatat bahwa Kenthol Bagelen sangat berperan dalam
berbagai operasi militer sehingga nama Begelen sangat disegani.

Paska Perang Jawa, kawasan Kedu Selatan yang dikenal sebagai Tanah Bagelen
dijadikn Karesidenan Bagelen dengan Ibukota di Purworejo, sebuah kota baru
gabungan dari 2 kota kuno, Kedungkebo dan Brengkelan.

Pada periode Karesidenan Begelen ini, muncul pula tokoh muballigh Kyai Imam Pura
yang punya pengaruh sampai ke Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hampir
bersamaan dengan itu, muncul pula tokoh Kyai Sadrach, penginjil Kristen plopor
Gereja Kristen Jawa (GKJ).

Dalam perjalanan sejarah, akibat ikut campur tangannya pihak Belanda dalam
bentrokan antara para bangsawan kerajaan Mataram, maka wilayah Mataram dipecah
mejadi dua kerajaan. Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Tanah
Bagelen akibat Perjanjian Giyanti 13 pebruari 1755 tersebut sebagai wilayah
Negara Gung juga dibagi, sebagian masuk ke Surakarta dan sebagian lagi masuk ke
Yogyakarta, namun pembagian ini tidak jelas batasnya sehingga oleh para ahli
dinilai sangat rancu diupamakan sebagai campur baur seperti “rujak”.

Dalam Perang Diponegoro abad ke XIX, wilayah Tanah Bagelen menjadi ajang
pertempuran karena pangeran Diponegoro mndapat dukungan luas dari masyarakat
setempat. Pada Perang Diponegoro itu, wilayah Bagelen dijadikan karesidenan dan
masuk dalam kekuasaan Hindia Belanda dengan ibukotanya Kota Purworejo. Wilayah
karesidenan Bagelen dibagi menjadi beberapa kadipaten, antara lain kadipaten
Semawung (Kutoarjo) dan Kadipaten Purworejo dipimpin oleh Bupati Pertama Raden
Adipati Cokronegoro Pertama. Dalam perkembangannya, Kadipaten Semawung
(Kutoarjo) kemudian digabung masuk wilayah Kadipaten Purworejo.

Dengan pertimbangan strategi jangka panjang, mulai 1 Agustus 1901, Karesienan
Bagelen dihapus dan digabungkan pada karesidenan kedu. Kota Purworejo yang
semula Ibu Kota Karesidenan Bagelen, statusnya menjadi Ibukota Kabupaten.

Tahun 1936, Gubernur Jenderal Hindia belanda merubah administrasi pemerintah di
Kedu Selatan, Kabupaten Karanganyar dan Ambal digabungkan menjdi satu dengan
kebumen dan menjadi Kabupaten kebumen. Sedangkan Kabupaten Kutoarjo juga
digabungkan dengan Purworejo, ditambah sejumlah wilayah yang dahulu masuk
administrasi Kabupaten Urut Sewu/Ledok menjadi Kabupaten Purworejo. Sedangkan
kabupaten Ledok yang semula bernama Urut Sewu menjadi Kabupaten Wonosobo.

Dalam perkembangan sejarahnya Kabupaten Purworejo dikenal sebagai pelopor di
bidang pendidikan dan dikenal sebagai wilayah yang menghasilkan tenaga kerja di
bidang pendidikan, pertanian dan militer.

Tokoh-tokoh yang muncul antara lain WR Supratman Komponis lagu Kebangsaan
“Indonesia raya”. Jenderal Urip Sumoharjo, Jenderal A. Yani, Sarwo Edy Wibowo
dan sebagainya.

Para tokoh maupun tenaga kerja di bidang pertanian pendidikan, militer, seniman
dan pekerja lainnya oleh masyarakat luas di tanah air dikenal sebagai
orang-orang Bagelen, nama kebangsaan dan yang disegani baik di dalam maupun di
luar negeri.


Blog EntryMar 13, '07 2:50 AM
for everyone

ASmall…

Sometime U are looked white…

Sometime yellow, also red…

Although U never to sit close together with d’ rainbow

But U shine n’ decorated d’ dark of night sky with U’r shine spot

My eyes just n’ only can see U’r beauty side from here…earth

While…

I want to catch U’r shine..

When U fall down  n’ gloomy

Everyone make some wishes

They ask property, love, n’ anything in this world

But Who needs a heart when a heart can be broken?

What do U needs…!?!?

What do U want…!?!?

Do U know..!?!

I , my self..

I just want make a wish..

My good… please….

Return again my little star

So that I can see n’ enjoy d’ it’s beauty side again..

However..

My little finger can’t catch n’ own it..

 

Mach 10 th 2007, 8.27 am

arif prasetyo


Blog EntryDec 26, '06 1:47 AM
for everyone

Cita-citaku dari dulu adalah menjadi seorang manager,karena kelihatannya menjadi manager itu enak.Tapi kemarin aku sempat berpikir,apakah mudah menjadi seorang manager.Kan manager itu orang yang sangat penting dalam perusahaan.Apa saja kebijaksanaan yang harus dilakukan oleh seorang manager?Hingga akhirnya kemarin pas kuliah minor pengantar agroindustri diberikan "the five managerial mind-set".Apa saja the five managerial mind-set itu?
1. Managing self : the reflective mind-set
2.Managing organizations : the analytic mind-set
3.Managing context : the worldly mind-set
4. Managing relationships : the collaborative mind-set
5. Managing change : the action mind-set.
Semoga para pembaca rubrik ini bisa mengerti intinya sendiri,bagaimana untuk menjadi seorang manager.Dan juga semoga tulisan ini dapat berguna bagi orang-orang yang bercita-cita atau berkeinginan menjadi seorang manager yang sukses dalam dunia pekerjaan.

Blog EntryDec 26, '06 1:44 AM
for everyone

Hari ini aku kembali teringat dengan seseorang,dimana dia mungkin adalah cinta pertama.Aku g tahu kenapa tiba-tiba aku teringat dengannya.Padahal aku sudah berusaha melupakan dia sejak dulu tapi tetap saja belum bisa.Cinta pertama,cinta kedua,cinta ke....Kenapa selalu cinta pertama yang tidak bisa terlupakan.Apakah memang benar pepatah yang mengatakan bahwa cinta itu memang tidak harus memiliki?Aku masih berusaha untuk kembali padanya,berharap dia mau memberikan kesempatan buatku.Tapi dia selalu berkata kalau aku tidak akan pernah mendapatkan kesempatan itu.Pintu hatinya telah tertutup buat diriku.Mungkin benar kata dia bahwa aku harus punya kemauan kalau aku memang benar-benar ingin melupakannya.Tapi walaupun begitu dia akan selalu menjadi kenangan terindah dalam hidupku.Dan yang harus diingat adalah rasa sayangku padanya tidak akan berubah sedikitpun.Cinta ingin memiliki,tapi sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia...Mulai sekarang apapun yang terjadi aku hanya ingin melihatnya bahagia,mungkin itu saja sudah cukup buatku.Walaupun rasa kehilangan akan tetap terus ada dalam diri ini.Dia akan selalu hadir dalam hatiku ini."yakinlah kalau cinta sejati akan terus ada dan selalu untuk dikenang"

Blog EntryOct 10, '06 2:26 AM
for everyone
  • kawan adalah...
Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. 

Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. 

Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, 

mereka menunjang dan membuka hatimu. 

Tunjukkanlah kepada teman-temanmu 

betapa kau menyukai mereka

?Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada 

siapa kamu dapat mempercayakan rahasia.? (Alessandro Manzoni) 

Berilah kepada orang lebih dari yang mereka harapkan, 

dan lakukan secara bijaksana.

Bila kau tidak mendapatkan apa yang kau inginkan, 

mungkin saja itu keberuntunganmu

Jika kau ditanya sesuatu yang tak ingin kau jawab, senyumlah, 

dan tanya: ?Mengapa kamu mau tahu?"

Totem Tantra ini datang dari bagian Utara India.

 

Blog EntryOct 9, '06 4:38 AM
for everyone

Beda Antara Suka, Cinta dan Sayang


Di hadapan orang yang kau cintai

Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah


Di hadapan orang yang kau sukai

Musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit


Di hadapan orang yang kau cintai

Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat


Di hadapan orang yang kau sukai

Kau hanya merasa senang dan gembira saja


Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai

Matamu berkaca-kaca


Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai

Engkau hanya tersenyum saja


Di hadapan orang yang kau cintai

Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam


Di hadapan orang yang kau sukai

Kata-kata yang keluar dari pikiran saja


Jika orang yang kau cintai menangis

Engkaupun akan ikut menangis di sisinya


Jika orang yang kau sukai menangis

Engkau hanya menghibur saja


Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan

Rasa suka itu dimulai dari telinga

Jadi jika engkau mau berhenti menyukai seseorang

Cukup dengan menutup telinga


Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang

Kau cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata

Dan terus tinggal di hatimu

Dalam jarak waktu yang cukup lama


"Tapi selain rasa suka dan rasa cinta..... ada perasaan yang lebih mendalam

Yaitu rasa Sayang....rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta, rasa yang tidak mudah berubah"


Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi

Mau menedrita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi


Cinta ingin memiliki, tetapi sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia....

Walaupun harus kehilangan.


Blog EntrySep 25, '06 12:01 AM
for everyone
Allohumma bariklana fi rajabb wa sya`ban wa baligha ramadhana.....

Mungkin mata salah melihat,
Hati salah menduga,
mulut salah berkata,
Mohon maaf lahir dan batin
semoga Allah menyempurnakan setiap niat dan amalan kita.
Amien.....

Kepada teman-teman semuanya, saya mau minta maaf atas segala kesalahan
yang telah saya perbuat selama ini. Baik yang disengaja maupun yang tidak.
Karena kita tahu bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna...
Jadi semua manusia pasti punya kesalahan....
Marilah di Bulan yang suci ini kita manfaatkan sebagai bulan yang penuh
rahmat dari Allah SWT...
Semoga apa yang kita perbuat dalam kehidupan sehari-hari
mendapatkan ridho dari-Nya.
Amin Allohuma amin...